Minggu, 27 April 2014

Unismuh Makassar Adakan Pelatihan TOEFL dan Beasiswa


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti workshop tentang tips dan trik menjawab Toefl untuk mendapat beasiswa ke luar negeri.

"Workshop ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang tata cara memperoleh beasiswa dan bagaimana memenuhi persyaratannya," kata Provinsi Coordinator Assistent Beasiswa Fullbright Rury Syailendrawati di Makassar, Minggu.

Kegiatan workshop internasional yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unismuh Makassar dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HMJIP) itu dihadiri mahasiswa dari tujuh fakultas di Unismuh.

Rury yang juga penerima beasiswa ke Australia 2011 melalui program Fullbright mengatakan, untuk mendapatkan beasiswa perlu mempelajari cara membuat CV, latihan wawancara, disiplin dan memenuhi persyaratan seperti memiliki IPK 3,00; Toefl score 550; memiliki kualitas kepemimpinan, memiliki kometmen yangkuat, serta banyak mengetahui tentang informasi tentang budaya negara yang akan dituju.

"Termasuk memiliki pengalaman kerja kurang lebih dua tahun untuk calon magister," katanya.

Selain itu, tips lain yang perlu dipersiapkan yakni perbanyak melakukan penelitian, konsultasi, belajar menulis baik melalui blok, dan programnya harus linear.

Sementara Ketua Jurusan IP Unismuh Luhur Priayanto, mengatakan, melalui workshop toefl ini para mahasiswa diharapkan mampu berkompetisi di pasar kerja, memiliki kemampuan berbahasa Inggris, sehingga selain memiliki keterampilan berbahasa, juga mudah dalam meraih beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

Sekretaris Umum HMJ IP Taufik Hidayat mengimbuhkan, peserta diajarkan tips dan trik menjawab soal toefl dan strategi memperoleh beasiswa.

"Semoga dengan workshop ini akan lebih membuka wawasan mahasiswa ataupun alumni untuk mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri," katanya. 

Sumber : skalanews.com
Makassar, Seruu.com - Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) Makassar menyampaikan ucapan selamat atas raihan suara yang cukup signifikan diperoleh oleh Sekjen PENA 98, Adian Yunus Yusak Napitupulu. Dengan perolehan suara tersebut, Adian juga dipastikan meraih 1 kursi di DPR-RI dari daerah pemilihan V Jawa Barat dan mengalahkan sejumlah artis, seperti Yessi Gusman, Ridho Irama dan Akri.

Terkait dengan itu, Ketua PENA 98 Makassar, Hasbi L, berharap agar Adian tetap konsiten dan menjunjung tinggi nilai-nilai, prinsip dan cita-cita reformasi yang diperjuangkan selama ini. "Dari Orde Baru, reformasi hingga saat ini, Adian yang saya kenal sebagai orang yang konsisten," kata Hasbi, Selasa (22/4/2014).

Ia menambahkan, melenggangnya Adian sebagai bukti bahwa ia memang sosok yang dicintai oleh rakyat. Makanya Adian, yang juga pendiri Forkot itu terpilih dan meraih sebuah kemenangan murni.

Selebihnya, Hasbi, yang juga mantan aktivis Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD-Makassar) itu berpesan agar Adian tetap menjaga integritas dan kredibilitasnya selama ini. "Jangan mencontoh politisi-politisi lainnya yang kaget duduk di kursi empuk lalu melakukan korupsi," tambahnya.

Seperti diketahui, Adian Yunus Yusak Napitupulu dipastikan lolos ke Senayan setelah meraih 35.589 suara. Adian meraih suara tertinggi di antara semua caleg di partai berlambang moncong putih itu. Di tempat kedua diisi caleg nomor urut 5 yakni Indra Simatupang dengan perolehan 35.139 suara. [HSB]
- See more at: http://pemilu.seruu.com/read/2014/04/22/210859/lolos-ke-senayan-pena-98-makassar-harap-adian-tetap-konsisten#sthash.sL1uuhvR.dpuf

'Natsir Mansyur' Gemari Sepeda Rakitan

Sebagai pengusaha dan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, aktivitas Natsir Mansyur sangat padat setiap hari. Walaupun begitu, di waktu senggang dia masih sempat menyalurkan hobinya bersepeda, yang dijalaninya sehabis salat subuh.

Direktur Utama PT Indosmelt ini mengaku kerap bersepeda selepas salat subuh. Rute yang ditempuhnya sekitar 12 kilometer, dimulai dari kediamannya di Blok S, Jakarta Selatan, kemudian melewati Semanggi, TVRI di Senayan, Jalan Hanglekir-Trunojoyo, dan kembali lagi ke rumahnya.

"Di tahun 2009, dokter menyatakan saya kegemukan. Berat badan saya mencapai 85 kg, sehingga disarankan menurunkan berat badan. Kebetulan waktu itu lagi musim sepeda, ya saya sepedaan sekalian sampai sekarang," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/4). Sepeda yang dimilikinya berjumlah empat unit yang merupakan hasil rakitan sesuai selera sendiri. 

Dia lebih suka sepeda rakitan dibanding membeli sepeda utuh dari toko. "Ada kepuasan tersendiri," katanya.

Natsir pun harus membayar mahal untuk memuaskan hasratnya itu. Harga salah satu sepeda yang dimiliknya mencapai Rp 50 juta. Pasalnya, sepeda tersebut dibentuk dari onderdil berbagai merek. Hampir setiap item onderdilnya pun dibeli dengan merek yang berbeda. Misalnya shockbreaker memakai merek Fox dan lainnya.

Saking sayangnya dengan empat sepeda yang dimiliki, ayah tiga putra ini sampai meletakkannya di ruang makan. "Sepeda saya taruh di ruang meja makan. Jadi, kalau lagi makan bisa dipandangi," ujarnya.

Asisten rumah tangganya diberi berkewajiban untuk merawat sepeda meski tidak dipergunakan. Semua sepedanya pun harus dibersihkan setiap hari agar tidak ada debu yang melekat.

Karier dan Tips Berusaha
Natsir menuturkan, pintar bergaul dan berorganisasi merupakan kunci sukses dalam berusaha. Direktur Utama PT Indosmelt ini telah menggeluti beragam jenis pekerjaan, dari bekerja di perusahaan ekspor kayu milik ayahnya hingga perusahaan yang dipimpinnya saat ini tengah investasi pabrik pemurnian tambang mineral (smelter).

Ketika masih duduk di bangku SMP, Natsir sudah bekerja di perusahaan ekspor kayu milik ayahnya. Gajinya pun per hari lantaran dia bekerja paruh waktu. Pekerjaannya sederhana, hanya menghitung jumlah kayu yang diangkut ke kapal.

Namun di tahun 1980-an, Natsir memilih banting setir menjadi sopir taksi gelap. Hal ini dilakoninya karena usaha ekspor kayu dilarang oleh pemerintah. Taksi yang dioperasikannya merupakan kendaraan milik keluarga yang pernah disewakan kepada rekan bisnis ayahnya. Karena bisnis ekspor kayu dilarang, 10 sedan Corona di rumahnya tidak digunakan.

Dia menjadi sopir hanya paruh waktu, yakni sebelum dan sesudah sekolah. Di pagi hari, dia mengantar pelanggan ke bandara dan di malam hari mengantar pelanggan ke restoran. Tarif yang dikenakan Rp 10.000 per jam.

"Ada peluang di depan mata, kenapa tidak dimanfaatkan. Memulai bisnis itu dari hal yang sederhana," ucapnya.

Natsir menuturkan, profesinya sebagai sopir taksi masih digelutinya hingga menjadi mahasiswa Universitas Hasanuddin di Makasaar, Sulawesi Selatan. Kemudian, pria kelahiran Makassar 1 April 1963 ini mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pergaulan di organisasi tersebut membawanya kenal banyak orang. Luasnya pergaulan membuat dia dekat dengan sejumlah pejabat teras, di antaranya Hartono yang kala itu menjabat menteri perindustrian.

Sesi pertemuan antara Hartono dan Direksi PT Semen Tonasa pun dimanfaatkan oleh Natsir untuk mengajukan diri jadi distributor semen dan diterima. Usaha yang digelutinya itu pun kian moncer dan membawanya bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Lewat Hipmi, ketika masih berusia 27 tahun, dia berkesempatan bepergian ke beberapa negara untuk melihat sektor industri. Dari pengalamannya itu, Natsir mendirikan usaha kemasan berbahan plastik pada 1990-an, ketika kantong plastik kresek belum banyak seperti sekarang.

Seiring bertambahnya usia, dia bergabung dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua umum bidang bulog dan pemberdayaan daerah. Di organisasi tersebut, dia pun mengenal pengusaha dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga berasal dari daaerah asalnya, Makassar. "Saya banyak belajar dari beliau, dari cara korespodensi hingga cara bertutur," ujarnya.

"Praktisme", itu istilah yang menurut Natsir sesuai dengan ilmu yang diterimanya. Dia menjelaskan, dalam menulis surat tidak perlu berpanjang lebar. “Cukup menuangkan apa yang diinginkan. Tidak perlu menulis berlembar-lembar. Begitu pula dengan cara bertutur kata, sampaikan poin-poin penting, sehingga lawan bicara paham apa yang disampaikan,” katanya.

Natsir pun memberikan tips bagi kaum muda yang ingin berwirausaha. Dia menyebut era saat ini lebih baik daripada zamannya. Kecanggihan teknologi informasi bisa menjangkau segala lini baik di dalam dan luar negeri. Potensi pasar yang sedang berkembang di luar negeri bisa segera diketahui tanpa perlu pergi ke negara tersebut, cukup mengakses internet.

Namun, informasi saja tidak cukup dalam berwirausaha. Dia menekankan pentingnya pergaulan dan berorganisasi. Dari kedua hal itu, para wirausahawan bisa menimba ilmu dan mendewasakan diri, baik untuk diri sendiri maupun jenis usaha yang digelutinya.

Penulis: Rangga Prako

Sumber : beritasatu.com

Delegasi Pemuda dari 15 Negara, Bahas LH di Makassar

Memperingati hari bumi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se-Indonesia melakukan deklarasi guna penyelamatan bumi sebagai acara penghujung Asian Youth Green Camp I. Deklarasi yang bertujuan untuk gerakan penyelamatan lingkungan tersebut dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (26/4/2014) petang.

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi VI Kementerian lingkungan hidup, Ilyas Asaad. Turut mendampingi, Ketua Umum PB HMI, M. Arif Rosyid Hasan, Ketua Badko HMI sulselbar bidang lingkungan hidup, Harry Suriatman, serta ketua panitia Asian Youth Green Camp, Ricky Valentino.

Dalam deklarasi yang dibacakan tanpa teks tersebut, Ilyas Asaad mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan kelangsungan bumi. "Hari ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran guna menyelamatkan bumi," kata Ilyas Asaad memimpin deklarasi penyelamatan lingkungan tersebut.

Terkait dengan kegiatan penyelamatan lingkungan itu, Ia mengatakan, didunia saat ini terdapat tiga isu besar, yakni teroris, HAM dan lingkungan hidup. Dan isu lingkungan hidup itu ternyata ditangkap oleh organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, yakni HMI.

"Saya bersyukur karena HMI melakukan gerakan besar yakni komitmen untuk menjaga bumi," ujarnya lagi.

Ia berharap, agar HMI terjun langsung ke masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya isu penyelamatan bumi. HMI juga harus bisa menginspirasi masyarakat Indonesia secara khusus dan masyarakat dunia internasional serta harus mengajak langsung orang lain tuk terlibat menyelamatkan bumi.

Diakhir sambutannya, Ilyas asaad juga menyentil para pengunjukrasa untuk tidak membakar ban saat unjukrasa. "HMI nanti kalau unjukrasa harus dengan cerdas dan elegan. Jangan lagi membakar ban karena itu sama saja merusak lingkungan. Itu tidak baik," tegasnya.

Dengan deklarasi itu, Asian Youth Green Camp resmi ditutup yang ditandai dengan penandatanganan oleh peserta diatas spanduk sepanjang lima meter sebagai komitmen menyelamatkan bumi. Kegiatan itu juga diikuti sejumlah pemuda dari Asia Tenggara, Eropa dan Afrika. [HSB]
- See more at: http://city.seruu.com/read/2014/04/27/211426/hmi-se-indonesia-diminta-tidak-bakar-ban-saat-unjuk-rasa#sthash.dylQFoKi.dpuf
Memperingati hari bumi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se-Indonesia melakukan deklarasi guna penyelamatan bumi sebagai acara penghujung Asian Youth Green Camp I. Deklarasi yang bertujuan untuk gerakan penyelamatan lingkungan tersebut dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (26/4/2014) petang.

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi VI Kementerian lingkungan hidup, Ilyas Asaad. Turut mendampingi, Ketua Umum PB HMI, M. Arif Rosyid Hasan, Ketua Badko HMI sulselbar bidang lingkungan hidup, Harry Suriatman, serta ketua panitia Asian Youth Green Camp, Ricky Valentino.

Dalam deklarasi yang dibacakan tanpa teks tersebut, Ilyas Asaad mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan kelangsungan bumi. "Hari ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran guna menyelamatkan bumi," kata Ilyas Asaad memimpin deklarasi penyelamatan lingkungan tersebut.

Terkait dengan kegiatan penyelamatan lingkungan itu, Ia mengatakan, didunia saat ini terdapat tiga isu besar, yakni teroris, HAM dan lingkungan hidup. Dan isu lingkungan hidup itu ternyata ditangkap oleh organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, yakni HMI.

"Saya bersyukur karena HMI melakukan gerakan besar yakni komitmen untuk menjaga bumi," ujarnya lagi.

Ia berharap, agar HMI terjun langsung ke masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya isu penyelamatan bumi. HMI juga harus bisa menginspirasi masyarakat Indonesia secara khusus dan masyarakat dunia internasional serta harus mengajak langsung orang lain tuk terlibat menyelamatkan bumi.

Diakhir sambutannya, Ilyas asaad juga menyentil para pengunjukrasa untuk tidak membakar ban saat unjukrasa. "HMI nanti kalau unjukrasa harus dengan cerdas dan elegan. Jangan lagi membakar ban karena itu sama saja merusak lingkungan. Itu tidak baik," tegasnya.

Dengan deklarasi itu, Asian Youth Green Camp resmi ditutup yang ditandai dengan penandatanganan oleh peserta diatas spanduk sepanjang lima meter sebagai komitmen menyelamatkan bumi. Kegiatan itu juga diikuti sejumlah pemuda dari Asia Tenggara, Eropa dan Afrika. [HSB]
- See more at: http://city.seruu.com/read/2014/04/27/211426/hmi-se-indonesia-diminta-tidak-bakar-ban-saat-unjuk-rasa#sthash.dylQFoKi.dpuf
Asian Youth Green Camp se-Asia, resmi dibuka di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu 23 April.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) yang menjadi tuan rumah di pertemuan internasional ini, mengundang delegasi pemuda dari 15 negara untuk membahas isu global terkait lingkungan hidup.

Ke-15 negara itu diantaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Singapura, Ghana, Brazil, Perancis, Finlandia, Banglades, Singapura, Burma hingga Afrika Selatan.

Kegiatan yang dimulai tanggal 21 dan berakhir 27 April 2014 ini, juga dihadiri lebih ratusan kader HMI se-Indonesia.

“PB HMI akan serius mendorong upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya di Indonesia, karena sebagai paru-paru dunia yang begitu banyak laut, hutan dan sumber daya alam lainnya," ungkap Ketua Panita Ricky Valentino.

Sumber : fajar.co.id
Memperingati hari bumi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se-Indonesia melakukan deklarasi guna penyelamatan bumi sebagai acara penghujung Asian Youth Green Camp I. Deklarasi yang bertujuan untuk gerakan penyelamatan lingkungan tersebut dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (26/4/2014) petang.

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi VI Kementerian lingkungan hidup, Ilyas Asaad. Turut mendampingi, Ketua Umum PB HMI, M. Arif Rosyid Hasan, Ketua Badko HMI sulselbar bidang lingkungan hidup, Harry Suriatman, serta ketua panitia Asian Youth Green Camp, Ricky Valentino.

Dalam deklarasi yang dibacakan tanpa teks tersebut, Ilyas Asaad mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan kelangsungan bumi. "Hari ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran guna menyelamatkan bumi," kata Ilyas Asaad memimpin deklarasi penyelamatan lingkungan tersebut.

Terkait dengan kegiatan penyelamatan lingkungan itu, Ia mengatakan, didunia saat ini terdapat tiga isu besar, yakni teroris, HAM dan lingkungan hidup. Dan isu lingkungan hidup itu ternyata ditangkap oleh organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, yakni HMI.

"Saya bersyukur karena HMI melakukan gerakan besar yakni komitmen untuk menjaga bumi," ujarnya lagi.

Ia berharap, agar HMI terjun langsung ke masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya isu penyelamatan bumi. HMI juga harus bisa menginspirasi masyarakat Indonesia secara khusus dan masyarakat dunia internasional serta harus mengajak langsung orang lain tuk terlibat menyelamatkan bumi.

Diakhir sambutannya, Ilyas asaad juga menyentil para pengunjukrasa untuk tidak membakar ban saat unjukrasa. "HMI nanti kalau unjukrasa harus dengan cerdas dan elegan. Jangan lagi membakar ban karena itu sama saja merusak lingkungan. Itu tidak baik," tegasnya.

Dengan deklarasi itu, Asian Youth Green Camp resmi ditutup yang ditandai dengan penandatanganan oleh peserta diatas spanduk sepanjang lima meter sebagai komitmen menyelamatkan bumi. Kegiatan itu juga diikuti sejumlah pemuda dari Asia Tenggara, Eropa dan Afrika. [HSB]
- See more at: http://city.seruu.com/read/2014/04/27/211426/hmi-se-indonesia-diminta-tidak-bakar-ban-saat-unjuk-rasa#sthash.dylQFoKi.dpuf
Memperingati hari bumi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se-Indonesia melakukan deklarasi guna penyelamatan bumi sebagai acara penghujung Asian Youth Green Camp I. Deklarasi yang bertujuan untuk gerakan penyelamatan lingkungan tersebut dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (26/4/2014) petang.

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi VI Kementerian lingkungan hidup, Ilyas Asaad. Turut mendampingi, Ketua Umum PB HMI, M. Arif Rosyid Hasan, Ketua Badko HMI sulselbar bidang lingkungan hidup, Harry Suriatman, serta ketua panitia Asian Youth Green Camp, Ricky Valentino.

Dalam deklarasi yang dibacakan tanpa teks tersebut, Ilyas Asaad mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan kelangsungan bumi. "Hari ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran guna menyelamatkan bumi," kata Ilyas Asaad memimpin deklarasi penyelamatan lingkungan tersebut.

Terkait dengan kegiatan penyelamatan lingkungan itu, Ia mengatakan, didunia saat ini terdapat tiga isu besar, yakni teroris, HAM dan lingkungan hidup. Dan isu lingkungan hidup itu ternyata ditangkap oleh organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, yakni HMI.

"Saya bersyukur karena HMI melakukan gerakan besar yakni komitmen untuk menjaga bumi," ujarnya lagi.

Ia berharap, agar HMI terjun langsung ke masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya isu penyelamatan bumi. HMI juga harus bisa menginspirasi masyarakat Indonesia secara khusus dan masyarakat dunia internasional serta harus mengajak langsung orang lain tuk terlibat menyelamatkan bumi.

Diakhir sambutannya, Ilyas asaad juga menyentil para pengunjukrasa untuk tidak membakar ban saat unjukrasa. "HMI nanti kalau unjukrasa harus dengan cerdas dan elegan. Jangan lagi membakar ban karena itu sama saja merusak lingkungan. Itu tidak baik," tegasnya.

Dengan deklarasi itu, Asian Youth Green Camp resmi ditutup yang ditandai dengan penandatanganan oleh peserta diatas spanduk sepanjang lima meter sebagai komitmen menyelamatkan bumi. Kegiatan itu juga diikuti sejumlah pemuda dari Asia Tenggara, Eropa dan Afrika. [HSB]
- See more at: http://city.seruu.com/read/2014/04/27/211426/hmi-se-indonesia-diminta-tidak-bakar-ban-saat-unjuk-rasa#sthash.dylQFoKi.dpuf

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas 45 angkat "Bola Dunia"



Belasan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas 45 Makassar menggelar pertunjukan teatrikal dengan memeluk dan mengangkat replika bola dunia berukuran besar di bawah fly over Makassar, Selasa (22/4/2014). Adapun pertunjukan itu dalam rangka memperingati Hari Bumi.

Selain itu, para mahasiswa tersebut juga membagikan bibit tanaman jenis glodokan dan trembesi kepada pengguna jalan yang melintas dari arah Jalan Pettarani menuju Tol Reformasi dan Jalan Urip Sumoharjo, demikian pula sebaliknya.

"Ada sebanyak 1.000 lebih bibit siap tanam yang kami bagikan, baik bagi pengendara roda dua ataupun empat. Tujuannya tidak lain agar pada peringatan Hari Bumi ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga bumi," terang Muhammad Arifin, Ketua Mapala Universitas 45 Makassar.

Menurutnya, pemanasan global disebabkan ulah manusia itu sendiri yang tidak sadar pentingnya menjaga lingkungan. Ulah merugikan yang dimaksud seperti membuang sampah di mana-mana, pembalakan liar, rumah kaca, dan berbagai kegiatan yang berdampak pada perusakan llingkungan.

"Kami di sini hanya mengajak untuk menjaga lingkungan dari diri sendiri. Kalau bukan kita yang memperbaiki ulang, sama saja kita akan membunuh kehidupan secara perlahan," tandas Arifin. (Lina Herlina)

Sumber : metrotvnews.com